Pages

Minggu, 11 November 2012

Blog Gratis Dengan Domain Web.Id.dari Merekmu

Gratis. Kata ajaib ini adalah hal yang paling dicari banyak orang. Tak terkecuali bagi seorang blogger. Banyak orang yang berusaha membuat blog atau website tetapi tidak ingin mengeluarkan kocek. Tetapi jarang ada pihak yang memberikan domain secara cuma-cuma alias gratis. Kalaupun ada pasti langsung jadi rebutan karena biasanya disediakan secara terbatas. Nah, ada informasi menarik. Sebuah web bernama www.merekmu.co.id menyediakan layanan domain gratis dengan domain web.id. So, ayo segera buat domain gratismu karena domain gratis ini cuma dibatasi sampai 1000 pendaftar. Pendaftarannya juga dibatasi sampai 7 November 2012.



Ada pepatah mengatakan 'Tak kenal maka tak sayang'. Karena itu ane mau beritahu secara singkat mengenai Merekmu. Setelah sedikit melakukan searching, inilah profil dari Merekmu.

Merekmu menawarkan layanan portofolio lengkap: pendaftaran nama domain, penciptaan merek, sentralisasi portofolio serta pemulihan dan pemantauan nama domain online. Merekmu adalah kemitraan bersama antara PT Gemilang Ananta dan Web Commerce Communications Limited (WEBCC), atau Webnic.cc, untuk mendukung dan membimbing pelanggan dengan proyek-proyek inovatif seperti mengoptimalkan visibilitas online, aspek fiskal manajemen nama domain dan perdagangan, ditambah ketentuan bantuan pengambilan keputusan untuk "Personalisasi Merek online" baru.. 

PT Gemilang Ananta adalah perusahaan ICT terkemuka yang dibentuk sejak tahun 1997, dan merupakan anak perusahaan dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), penyedia jasa telekomunikasi terkemuka Asia berbasis satelit yang lengkap, meliputi layanan telepon tetap dan seluler. 

WEBCC dba Webnic.cc adalah nama pendaftar domain besar di Asia Tenggara, melayani lebih dari 600.000 nama domain. WEBCC juga merupakan penyedia nama domain one-stop terkemuka di Asia sejak tahun 2000. 

Kekuatan layanan Merekmu adalah state of the art dari teknologi dan tim ahli kami dengan pengalaman lebih dari 12 tahun berfokus pada pemasaran dan komersialias nama domain. Merekmu adalah perpaduan kekuatan dan kedalaman dalam melayani beberapa pelanggan di wilayah ini dan juga internasional, seperti PT XL Axiata Tbk, PTPN, Universitas Indonesia, Kalbe, Institut Teknologi Bandung, Motorola, Artajasa, Kementerian Kelautan Dan Perikanan Republik, AirAsia, PCCW, Petronas dan banyak lagi. Pelanggan kami adalah perusahaan multinasional, UKM, organisasi internasional dan lembaga yang menginginkan layanan kami untuk membantu pelanggan melindungi merek mereka secara online.
So, sekali-lagi ayo buruan daftar.  Tinggal buka saja www.merekmu.co.id, lalu isi form yang berisi nama domain, namamu, no hp, dan email. Setelah itu, buka email-mu dan kamu akan mendapatkan informasi selengkapnya mengenai tatacara. Namun intinya tugasmu adalah "mempromosikan promosi domain gratis dari merekmu ini melalui twitter, facebook, indonesian forum internet, ataupun blog pribadi kamu yang sudah aktif minimal 3 bulan" 

Selamat Mencoba !!!

Sabtu, 29 September 2012

Di Penghujung Akhir

Semarang, 27 Juni 2012

Duduk menanti di tepi fajar

Sendiri, berkawan langit

Merenung, apa yang telah terjadi kemarin


Tidak terasa siang berlalu

Hari ini tak ada yang teraih

Sore tiba, lalu malam menjelang

Saat menutup mata, ia pun datang

Penyesalan


Dan semua yang bisa dikenang

Hanya ada pada mereka yang mau mengenang

Jumat, 30 Maret 2012

Membaca Sastra dengan Hati


Judul : On literature, Aspek Kajian Sastra
Pengarang : J. Hillis Miller
Halaman : xii + 166 hlm
Penerbit : Jalasutra, Yogyakarta
Cetakan : Cetakan pertama Juni 2011

Sastra mempunyai pengaruh yang sangat besar di kehidupan manusia. Sejak dulu sastra merupakan cara utama menanamkan pelbagai gagasan, ideologi, perilaku, dan penilaian kepada seseorang sesuai tujuan pencipta karya sastra. Sastra, oleh Plato, dianggap hal yang sangat berbahaya karena sifatnya yang dapat mengkontaminasi pembaca. Kekuatan sastra bisa mendorong seseorang menjadi sesuatu atau seseorang yang bukan dirinya.

Tetapi pengaruh sastra juga tidak bisa lepas dari peran pembaca. Seorang penikmat sastra tidak serta merta bisa menikmati secara penuh kandungan sastra. Sastra sangat berbeda dengan kitab suci agama yang berisi doktrin atau karya ilmiah yang bisa menambah pengetahuan seseorang. Teks-teks lain bisa dipahami dengan mudah, tapi tidak dengan sastra. Butuh seni tersendiri bagi orang yang ingin bisa secara penuh memahami sastra.

Buku On Literature merupakan satu dari sekian banyak buku yang menerangkan aspek kajian sastra. J. Hillis Miller, guru besar Kajian Sastra Bahasa Ingrris dan Sastra Banding di University of California di Irrine, melalui buku ini mengungkpakan kepada pembaca apa sebenarnya sastra itu? Bagaimana membaca sastra? Dan mengapa harus membaca karya sastra.

Buku ini diawali dengan kegelisahan Hillis tentang sastra cetak yang semakin terkikis oleh majunya teknologi audio visual, bahkan digital. Kebanyakan orang pun beralih dari budaya membaca pada kebiasaan mendengarkan radio, menonoton televisi, atau berselancar di internet. Karena itulah buku ini ada untuk mengingatkan pembaca pada pentingnya membaca terutama karya sastra.

Hillis menulis segala hal yang ia ketahui tentang sastra. Mulai dari yang ia pahami tentang apa itu sastra, berbagai pengaruh yang bisa muncul dengan membaca sastra, kenapa seseorang harus membaca karya sastra, sampai berbagai macam cara bagaimana seseorang bisa menyelami dalamnya makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra.

Syarat utama agar bisa memahami sastra adalah seseorang harus bisa memberikan seluruh pikiran, hati, perasaan, dan imajinasinya untuk mencipta ulang dunia yang diciptakan oleh untaian kata-kata. Tapi dalam menjelaskan hal itu, kelemahan yang dilakukan Hillis adalah ia lebih condong menerangkan bagaimana cara dia memahami karya sastra, yaitu dengan melakukan penciptaan ulang perspektif dirinya. Ia cenderung “memaksa” orang lain memahami sastra sesuai apa yang ia pahami. Ia tidak menjelaskan dasar pemahaman secara umum sehingga bisa diaplikasikan oleh banyak orang.

Buku ini pada dasarnya bukan hanya teori tentang bagaimana membaca sastra. walaupun tanpa ada unsur kesengajaan, Hiller juga memberikan cara-cara bagaimana membuat sebuah sastra yang baik. Seperti ketika ia menjelaskan tentang bagaimana kalimat pertama sastra disebut gerbang menuju realitas maya dan buku The Swiss Family Robinson yang membuatanya bisa menciptakan dunia baru dalam dirinya sesuai apa yang ditulis dalam buku tersebut.

Hal itu secara tidak langsung memberi tahu pembaca bahwa pembuka kalimat dalam sebuah karya sastra sangat penting bagi sastrawan agar pembaca langsung terpikat, terbawa, dan tak akan berhenti membaca sampai akhir. Juga memberitahu bahwa sastra yang baik adalah sastra yang bisa membuat seseorang bisa membuat dunia yang sama dengan dunia yang dibayangkan oleh penulis.

Telah diterbitkan di Malang Post pada 25 Maret 2012. Klik disini untuk melihat tulisan yang dimuat.